Rabu, 15 April 2009

MENGENAL OLI MESIN

Oli atau pelumas merupakan komponen yang sangat penting bagi sebuah mesin. Oli bagi mesin kendaraan dapat diibaratkan darah dalam tubuh. Memilih dan menentukan oli yang tepat untuk mesin kendaraan akan menjadikan kendaan lebih awet dan juga hemat.

FUNGSI OLI
Oli memiliki tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun di sisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Fungsi oli sendiri dalam mesin dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Melapisi dan memisahkan dua permukaan logam yang saling bergesekan, agar tingkat keausan logam dapat dikurangi.

2. Mendinginkan mesin yaitu dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran.

3. Membersihkan mesin dengan cara mengangkut kotoran dan elemen logam yang terbawa arus sirkulasi hingga ke filter oli.

4. Memaksimalkan kompresi dan mempertahankan tekanan, agar konsumsi bahan bakar sangat efektif (tidak boros).

5. Memelihara mesin tetap terjaga kebersihannya.

ZAT ADITIF PADA OLI
Oli sendiri berasal dari BASE OIL yang diambil dari minyak mentah. Tetapi tidak semua minyak mentah menghasilkan BASE OIL.
Untuk menghasilkan Oli sesuai dengan kebutuhan, maka harus ditambahkan Aditif dalam BASE OIL.
Kandungan zat aditif yang ada dalam oli akan berfungsi membuat lapisan film pada dinding silinder yang berguna melindungi mesin pada saat start. Hal ini sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.
Coba perhatikan saat Kita mengganti oli, apakah oli yang keluar berwarna hitam…. bila demikian berarti fungsi dari zat aditif sudah bekerja dengan baik yaitu melarutkan kotoran dalam mesin.

KEKENTALAN OLI
Tingkat kekentalan oli disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut.

Oli yang dijual saat ini lebih banyak multiple grade artinya dapat digunakan dalam range suhu tertentu misalnya SAE 40 atau SAE 20W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 20W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 20 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

KLASIFIKASI OLI
Oli dibedakan untuk mesin berbahan bakar bensin dan disel. Oli untuk bahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah:
• Mesin Bensin : SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL, dan SM
• Mesin Diesel : CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4
KUALITAS OLI
Kualitas oli ditentukan dengan kode API (American PetroleumInstitute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf di belakangnya. Contoh API: SL. Kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik.
Berikut adalah beberapa kode kualiatas oli yang ada :

- SL = untuk mesin kendaraan tahun > 2001
- SJ = untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya
- SH = untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya
- SG = untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya
- SF = untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya
- SE = untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya
- SD = untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya
- SC = untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya
- SB dan SA = sudah tidak direkomendasikan

PENGGANTIAN OLI

Kapan sebaikanya oli diganti…pada umumnya Oli Mesin diganti setiap 5.000 km (Oli pada umumnya), tetapi hal ini juga tergantung dari kualitas OLI itu sendiri. Semakin baik kulitas oli maka semakin panjang umur pemakaiannya, bahkan ada yang bisa sampai 12.000 km(Olie PETRO SA).

Bila kendaraan jarang dipakai tentunya KM kendaraan akan relatif sedikit, oleh karena itu penggantian oli tidak dapat dilihat dari sisi Kilometer untuk kasus seperti ini. Sebaiknya penggantian oli tidak melebihi 1 tahun. Jadi buang oli lama dan ganti dengan yang baru meskipun kilometer kendaraan belum mencapai 12.000 km.


Bila memang hendak mengganti merk oli jangan lupa lakukan juga penggantian untuk filter oli. (diambil dari beberapa sumber)

Sabtu, 07 Februari 2009

PRINSIF PELUMASAN PADA KENDARAAN

Jika boleh digambarkan, pelumas adalah seperti darah yang mengalir pada tubuh manusia. Maka, tidak bisa dipungkiri bahwa - pelumas - atau kebanyakan orang menyebutnya oli - merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kendaraan bermotor. Mobil secanggih apapun, bila tanpa pelumas dipastikan tidak akan bisa bekerja. Karena, pelumas amat sangat menentukan kemampuan kinerja sebuah mesin, apakah mesin otomotif maupun mesin industri. Kesalahan menggunakan pelumas bisa berakibat fatal, demikian juga apabila kualitas pelumas jelek dan tercemar, akan mengakibatkan mesin rusak dalam waktu dekat. Oleh karenanya, pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja mesin dan membuatnya lebih awet.


Mengapa mesin sangat membutuhkan pelumasan?

Dua permukaan logam yang bergerak satu sama lain akan menimbulkan terjadinya gesekan. Dan fungsi pelumas adalah “melapisi” sekaligus “memisahkan” dua permukaan logam yang saling bergesekan tersebut agar tingkat keausan logam dapat dikurangi. Itulah jawaban sederhananya.


Apakah cuma itu saja fungsi pelumas dibutuhkan untuk menggerakkan mesin?

Tidak. Masih ada fungsi lainnya, yaitu:

  1. Untuk melapisi sekaligus memisahkan dua permukaan logam yang saling bergesekan, agar tingkat keausan logam dapat dikurangi.
  2. Untuk mendinginkan mesin yaitu dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran.
  3. untuk membersihkan mesin dengan cara mengangkut kotoran dan elemen logam yang terbawa arus sirkulasi hingga ke filter oli.
  4. Untuk memaksimalkan kompresi dan mempertahankan tekanan, agar konsumsi bahan bakar sangat efektif (tidak boros).
  5. Memelihara mesin tetap terjaga kebersihannya.

Demikian vitalnya pelumas bagi kendaraan bermotor atau mesin-mesin industri, sehingga memacu para ahli untuk tak hentinya berusaha menciptakan formula yang dapat menghasilkan suatu pelumas berkualitas tinggi.

Perkembangan pelumas memasuki era baru, sejak ditemukannya minyak bumi. Sejalan dengan perkembangan teknologi mesin otomotif dan industri yang saat ini menuntut kecepatan mesin yang lebih tinggi, maka kehadiran pelumas yang terbuat dari bahan minyak bumi sangat membantu. Sebab, mesin-mesin modern saat ini menghasilkan tenaga lebih besar, kapasitas tampung minyak pelumas di dalam mesin lebih kecil, temperatur operasi lebih tinggi dan juga menuntut interval pergantian pelumas yang lebih lama.

Rabu, 21 Januari 2009

Kenapa Oli Mesin Kendaran Selalu Habis?

Kendaraan saya olinya cepat habis sebelum jadwal penggantian oli. Knalpot juga ada sedikit asap warnanya putih. Kata mekanik sekernya kena dan harus turun mesin.

Benarkah gejala ini karena seker kena dan haruskah turun mesin? Kalau tidak cepat diatasi apa ppengaruhnya terhadap mesin?

Jawaban:

Melihat gejala yang terjadi, besar kemungkinan piston (disebut mekanik sebagai seker) atau ring-nya sudah mengalami keausan.
Hal ini menyebabkan oli masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama campuran BBM udara. Jelas volume oli akan berkurang secara tidak normal.

Dan hasil pembakaran oli ini akan menimbulkan asap putih di knalpot. Bila benar kerusakan piston yang terjadi, maka akan timbul juga gejala lain seperti mesin kurang tenaga dan pemakaian BBM lebih boros dari biasanya.
Jika semua gejala itu terjadi, maka memang harus dilakukan turun mesin untuk memperbaikinya. Bila tidak cepat diatasi, kerusakan yang terjadi bisa merembet lebih parah. Apalagi bila oli sampai habis dan mesin terus dijalankan.

Selasa, 20 Januari 2009

Memahami Makna Dibalik Kode SAE Oli Mesin

Kekentalan merupakan salah satu sifat karakteristik fisik oli mesin yang sangat penting. Dalam istilah oli mesin kekentalan biasa dikenal sebagai viskositas.

Tingkat kekentalan suatu oli mesin mengacu pada lembaga SAE berdasarkan table SAE J 300 th 1999.
Ada sekitar 30 jenis kekentalan SAE yg dikenal selama ini, diantaranya seperti SAE

40, SAE 10w, SAE 20w50,SAE 15w50,SAE 10w40, SAE 15w40 dst.
Selama ini mungkin para pemakai hanya tahu kalau tingkat SAE itu Cuma membedakan encer dan kentalnya suatu oli mesin. Padahal makna SAE sesungguhnya lebih dari itu …. Makna yg mungkin tidak terfikirkan selama ini…Makna yang justru paling menentukan bagi nasib kondisi mesin motor Anda!!!

Apa makna sesungguhnya dari kode SAE tersebut ?
Yang mana tingkat kekentalan oli mesin yg cocok untuk motor?

SAE20w50, 10w40, 15w40 atau 15w50?

Benarkah kalau “tarikan enteng”pake oli encer, menandakan oli yg dipake cocok utk motor Kita?

Sekarang mari kita coba bahas satu persatu tingkat kekentalan oli mesin yg ideal buat motor!!

Umumnya tingkat kekentalan untuk motor, bila dilihat dari kondisi iklim di Indonesia , performa mesin dan hasil pengujian, idealnya dapat dibagi 4 jenis yaitu: SAE 20w50, 10w40, 15w40, atau 15w50.

Sekarang Kita lihat kelebihan dan kekurangan masing2. SAE ini.

SAE 20w50
O
li mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -10 s/d -15 C (kode 20w) dan pada suhu 150 C dengan tingkat. kekentalan tertentu .
Oli jenis ini relative kurang efisien dalam pemakain BBM namun sangat baik dalam perlindungan/perawatan mesin, khususnya untuk kondisi jalan di Jakarta yang sering macet, jarang berjalan jauh, polusi dan beban berat. Pada kondisi ini dikenal dengan istilah “boundary lubrication”, dimana pada kondisi tersebut. lapisan oli sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya kontak antara logam dengan logam.
Oli jenis ini relative paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis oli lainnya (minimal untuk. Mineral, semi sintetis dan sintetis) . Semakin banyak aditiv viscosity index improver, semakin sensitif oli /kurang baik buat mesin motor - utamanya terhadap stress di gear.


VI = ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingin sampai tinggi. Semakin tinggi VI semakin baik kestabilan kekentalannya. Untuk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik dimesin. Untuk motor bisa sebaliknya.

SAE 15w50
O
li mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin (minus) -15 sd - 20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dengan tingkat kekentalan tertentu .
Jenis oli relative sama dengan SAE 20w50. Sedikit yg membedakan adalah sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal untuk oli mineral dan sintetis) Semakin tinggi nilai VI artinya adalah semakin banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. Untuk motor hal ini sangat riskan. Aditif ini relative sensitif digunakan untuk motor yg menyatukan oli mesin dan gigi (wet clutch). Artinya oli jenis ini relative lebih mudah berubah kekentalannya dibandingkan 20w50.

SAE 10w40
Oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan suhu 150 C dengan tingkat. kekentalan tertentu .
Jenis Oli yg relative paling encer diantaranya ke3 jenis oli lainnya. Oli ini relative paling irit BBM, namun kurang baik dalam perlindungan mesin .Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat. (misalnya: sering dipake boncengan)
Relatif sama dengan SAE 15w50 , dalam hal pemakaian aditif peningkat angka VI. (minimal untuk. oli mineral 130, untuk. Oli sintetis 150) Apakah berarti paling bagus? Belum tentu …!Semakin banyak kandungan aditif peningkat angka VI, semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan berubah kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal /oli baru. Agak sulit memang indikatornya soalnya Cuma lab.yang bisa memastikan hal ini.
Kalaupun Anda ingin tetap memakai oli jenis ini, saran saya , perhatikan jarak pergantian olinya lebih awal. Kalau Anda merasa suara mesin sudah agak berbeda sedikit aja. cepet2 ganti dah..

SAE15w40
Oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dengan tingkat kekentalan tertentu.
Nilai VI, minimal untuk. oli mineral dan sintetis.
Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yg paling pas. Oli jenis ini relative paling stabil kekentalannya dibandingkan yang lainnya. Masalahnya oli jens ini jarang diaplikasikan untuk motor. Biasanya jenis SAE ini, dipakai untuk kendaraan jenis mesin disel, yg membutuhkan kestabilan kekentalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim pada mesin disel.

Selain hal diatas, hal yg terkait dg perlindungan mesin motor adalah factor tingkat kode API dan kode JASO MA.

Jenis SAE lainnya sah2 saja dipake sejauh Anda tahu dan paham menyiasati oli tersebut. Namun untuk kondisi di Indonesia dan performa motor “wet clutch” , tingkat SAE diatas gak ada salahnya, jadi prioritas pilihan Anda. Namun tentu semuanya kembali kepada Anda semuanya mana menurut Anda yg palin cocok untuk tunggangan Anda….
tetapi yg palig penting lagi dari semua hal diatas proporsional-lah dalam menyiasati oli mesin...

Selasa, 18 November 2008

Mengenal Karakter dan Kerja Pelumas Mesin


Sebagai pelindung benda logam pada mesin, pelumas memiliki peran penting. Awet atau tidaknya, mesin bisa diukur dari bagaimana kita mengenal dan memperlakukannya.Minyak pelumas juga berfungsi membersihkan permukaan dinding silinder terhadap oksida-oksida, karbon, dan kerak-kerak hasil pembakaran sehingga membawa kotoran-kotoran yang ada di dalamnya. Jadi kualitas minyak pelumas juga menyatakan kemampuannya untuk membersihkan.Saat ini, sudah beredar pelumas yang bisa membersihkan mesin kendaraan dengan kandungan detergen.

Beberapa pelumas memiliki formula khusus yang aktif mengunci partikel carbon agar tidak terjadi penumpukan. Formula ini berupa aditif yang terkandung dalam pelumas. Aditif diperlukan karena minyak dasar (base oil) penyulingan dari minyak mentah, tidak bisa langsung dipakai sebagai pelumas, dan harus ditambah aditif. Aditif sendiri mengandung larutan pembersih kotoran pada logam. Bahan pembersih itu antara lain adalah detergen yang berfungsi membersihkan kotoran jelaga hasil oksidasi karbonisasi pembakaran.

Mekanisme kerja detergen, deposit yang terlarut dalam pelumas, diikat membentuk partikel yang tidak dapat bercampur bersama larutan pelumas dan disaring oleh penyaring pelumas (filter oil). Untuk itu disarankan melakukan penggantian filter oil secara rutin. Bahan pembersih pelumas (detergent) biasanya menggunakan bahan kimia Sulfonat (Ba. Ca). Phossphat, dan lainnya.

Untuk memastikan sistem aditif detergen pelumas bekerja dengan baik, dapat dilihat pada saat mengganti pelumas

Bila pelumas tidak mengandung aditif ditergen, tanda-tandanya berwarna cerah atau agak cerah. Kemudian ada jelaga tebal pada saat klep mesin dibuka. Selain itu, deposit karbon mengeras pada alur ring piston dan sekitarnya.

Jika pelumas berwarna agak gelap, gelap, bahkan kotor, berarti sistem aditif detergen pada pelumas bekerja baik. Warna itu menunjukkan banyaknya kotoran deposit berwarna hitam yang terbawa atau larut pada pelumas. Bisa pula dilihat dari alur ring piston dan sekitarnya yang nampak bersih.

Terkadang sering juga ditemui pelumas yang baru dibeli cepat kotor atau warnanya menghitam. Meskipun minyak pelumas menjadi kotor dengan cepat, tetapi minyak pelumas masih dapat dipergunakan asalkan kekentalannya tidak banyak berubah.

Namun demikian, apabila di dalam minyak yang kotor terdapat butiran-butiran halus yang mengkilap, maka minyak pelumas harus cepat diganti. Hal tersebut menunjukkan adanya serbuk logam yang terjadi karena adanya keausan dari bantalan-bantalan, dinding silinder serta bagian-bagian mesin lainnya. Apabila minyak pelumas tersebut masih dipakai juga, dikhawatirkan akan terjadi kerusakan yang lebih berat.

Khusus pada mesin baru atau komponen mesin yang diganti baru seperti  dinding silinder, torak, atau bantalan, umumnya akan muncul serbuk-serbuk logam. Ini merupakan gejala normal karena pelumas melakukan adaptasi daengan komponen yang baru tersebut. Hal inilah yang menyebabkan mengapa penggantian minyak pelumas dalam tahap-tahap awal harus dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. (diolah dari berbagai sumber)

Senin, 17 November 2008

Mengapa Tidak Dibenarkan Mengisi Oli Melebihi Batas Maksimal


Seluruh produsen mesin motor maupun mobil melarang kita untuk mengisi oli melebihi batas maksimal, karena akan berdampak buruk pada mesin. Seperti apakah kira-kira dampak buruknya?

  • Apabila kapasitas oli berlebihan, maka putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).
    Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.
  • Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.
  • Motor dengan karburator, akan banyak ditemukan lapisan tipis oli, lebih parah akan menyumbat jalur-jalur dan needle valve (float valve) yang ada di karburator tersebut.
  • Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.
  • Pada mesin motor, pengisian oli yang berlebihan juga mengganggu plat kopling (clutch). Karena plat kopling menjadi terendam oli, sehingga terlalu banyak oli yang membasahi plat kopling tersebut dan menjadi Slip. Normalnya, oli akan terlempar dengan sendirinya oleh putaran plat kopling (clutch) tersebut. Jika plat kopling slip, maka akan mengurangi umur pakainya, kehilangan tenaga dan pemborosan bensin.

Nah, jadi jelas sekarang, mengapa produsen mesin motor maupun mobil membatasi jumlah oli yang boleh dimasukkan ke dalam mesin. Kelebihan dan kekurangan adalah tidak baik buat mesin.

Jangan kelebihan isi oli dong ya…

Sabtu, 09 Agustus 2008

Tanya Jawab Seputar Oli

P: "Kenapa Oli Mesin Motor-ku Sering Habis?"

Bisakah oli mesin motor-ku mengering walau tdk ada kebocoran pada mesin?

Jawab: Oli mesin kering sudah pasti karena ada kebocoran. Tetapi mungkin tidak menimbulkan 'bekas', sehingga sulit mendeteksinya. Misalkan oli habis karena ikut terbakar. Ini akibat sil kruk-as (mesin 2-tak) bocor, atau sil klep / silinder sudah minta dioversize (mesin 4-tak). secara kasat mata memang tidak ada tumpahan oli di bawah mesin. Tapi gejala ini dapat terlihat dari timbulnya asap tipis pada knalpot.

Penyebab lain adalah kualitas oli yang tidak baik. Oli yan baik terbuat dari base oil yang mempunyai titik nyala / flashpoint yg tinggi sekali jadi tidak mudah terbakar atau menguap. Performa itu tdk kita dapatkan dari oli yg tdk berkualitas atau oli palsu, terlebih yang berbahan dasar oli daur ulang.

P: Kental vs Encer

Beda jamannya, beda juga teknologinya.

Jawab: Pada jaman sebelumnya, sebelum era 90an, banyak orang beranggapan pelumas yang baik adalah pelumas yang kental. Seringkali orang memeriksa pelumas dengan mencelupkan tangannya, dan merasakan 'ketebalan' dari pelumas tersebut. Pelumas yang kental dianggap menjadi solusi dari mesin yang bersuara berisik. Juga pelumas yang kental dianggap lebih tahan lama.

Lain dulu lain sekarang. Jenis mesin2 produksi di era 90an sudah mulai mengadopsi sistem yang semakin canggih, mulai dari jaman DOHC (Double Overhead Cam), Twin-cam, sampai mesin sekarang yang rata2 sudah memiliki pengaturan katup/valve otomatis, spt Vtec,VVTi, dll. Mesin-mesin ini dibuat dengan presisi yang tinggi dengan celah kerapatan antara komponen yang sangat minim. Apa yang terjadi dengan penggunaan pelumas kental? Pelumas tidak dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga komponen2 tidak terlumasi dan menyebabkan logam2 komponen bersentuhan langsung. Akibatnya paling parah adalah keausan komponen, dan menimbulkan panas tinggi yang bisa berdampak pada kerusakan yang lebih besar.

Pelumas generasi sekarang jauh lebih canggih dari sebelumnya. Dengan berkembangnya teknologi additif memungkinkan pelumas berwujud encer pada waktu dingin, dan berubah mengental mengikuti peningkatan suhu mesin. Manufaktur mesin-mesin sekarang menganjurkan untuk menggunakan pelumas sesuai spesifikasi kebutuhan mesin yang ada.

P: Mineral, Semi-Synthetic, atau Full Synthetic

Jenis oli terbagi berdasarkan bahan dasarnya (base oli)

Jawab: Oli Mineral berbahan dasar miyak mineral murni yang sudah melalui proses penyulingan dan penyempurnaan.

Oli Full Synthetic biasanya menggunakan base dari Polyalphaolefin, hasil terbersih dari pemilahan oli mineral. Oli syntetis cenderung tidak mengandung karbon reaktif, sebuah senyawa yang bila bergabung dengan oksigen menghasilkan asam (acid), yang dapat mempengaruhi performa oli. Pada dasarnya oli synthetic dibuat untuk dapat menghasilkan performa yang lebih baik dari oli mineral murni.

Oli Semi-Synthetic berbahan dasar pencampuran base oil synthetic dengan mineral. Biasanya dibuat dengan tujuan nilai ekonomis dari oli tersebut.

Pada dasarnya apapun bahan baku oli yang dipakai harus diingat bahwa oli berkualitas dibuat melalui proses pencampuran base oil dengan paket additif. Teknologi additif yang ada saat ini memungkinkan performa base oil menjadi lebih baik, lebih bersih, tetap terjaga kekentalannya, sehingga usia pemakaian oli dapat menjadi lebih panjang.

Bila memilih oli ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Kadangkala konsumen terjebak dengan membeli oli yang diluar kegunaannya. Harga mahal tidaklah menjamin oli lebih bagus. Pilih fungsi, atau gensi? Terserah Anda.

Sudah tepatkah oli kendaraan Anda?

P: Apa itu SAE, API service?

Jawab: SAE adalah kode tingkat kekentalan oli dengan standarisasi internasional. Contoh SAE 20W-50 API SL, angka menandakan tingkat kekentalan oli tersebut. Makin besar angkanya berarti semakin kental olinya. Huruf W sendiri artinya "Winter", artinya oli tersebut memiliki angka kekentalan 20 pada suhu dingin, dan angka 50 pada sunu panas. Oli yang memiliki dua angka kekentalan disebut multigrade. Sedang yang satu angka disebut singlegrade, atau monograde.

API (American Petroleum Institute) sendiri adalah menunjukan kualitas dari oli tersebut. API service yang umum berlaku untuk kendaraan bermotor pada saat ini adalah SH sampai SM. Pemakaian oli sebaiknya menurut kualitas yang dibutuhkan, karena biasanya semakin tinggi nilai APInya, semakin mahal harga olinya, dan terkadang tidak sesuai dengan yang kita butuhkan.

Akan tetapi apabila kendaraan Anda membutuhkan oli dengan API SJ, ada baiknya untuk memilih pelumas ber-API SJ atau setingkat diatasnya agar mesin mendapatkan proteksi yang dibutuhkan.

Ada dua tipe API berdasarkan pemakaian bahan bakarnya. API S*, untuk mesin bensin (S=Spark-plug/busi), atau API C*untuk mesin diesel (C=Combustion/Commercial).

(Diambil dari beberapa sumber lain)