Sabtu, 26 Desember 2009

KEUNGGULAN OLI SINTETIK










Ditinjau dari bahan dasarnya, oli dibedakan dua macam. Mineral dan sintetik. Base oil-nya sih masih tetap dari minyak bumi. Namun sintetis hasil pengolahan khusus dari mata rantai minyak bumi itu.


“Mineral dibuat dari beberapa komponen seperti parafin dan siklo parafin. Sedang sintetis terbuat dari PAO (polyalpha olefin),” jelas Ir. Rizqon Fajar M.Sc, kepala Laboratorium Bahan Bakar, Pelumas dan Metrologi, Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).


Dalam standar international, menurut pria yang berkantor di Puspitek, Serpong Tangerang ini oli mineral dibagi dalam tiga kelompok. Grup 1, 2 dan 3. Makin tinggi angka, kualitas makin bagus. Nah, grup 4 dinamakan oli sintetis. “Kalau di sini produsen sering menyebut mineral grup 3 dengan nama semi sintetik. Padahal, tidak ada istilah tersebut,” ungkapnya.


Oli sintetis memiliki unjuk kerja yang lebih bagus. Juga tingkat oksidasinya lambat. Sehingga oli sedikit menguap. Lapisan film juga lebih bagus. Sehigga mengurangi tingkat gesekan antar komponen yang bergerak. “Sebaliknya oli mineral tingkat oksidasinya tinggi. Sehingga penguapannya lebih banyak dan cepat,” jelasnya.


Sanusi Jafar, Technical Support PT Agip Lubrindo Pratama ikut berkomentar. Membedakan proses pembuatan oli mineral dan sintetik. “Mineral merupakan salah satu produk yang diperoleh dari hasil tambang. Produk lainnya, bensin, lilin. Sedangkan, sentetik merupakan proses dari sistem polimerisasi yang menghasilkan PAO,” jelas pria berkantor di Lt. 2 Gedung Bimantara, Jl. Kebon Sirih, No. 17-19, Jakarta Pusat.


Dari sisi mutu oli sintetik lebih bagus dibanding mineral. Oksidasi oli sintetik lebih tinggi dibanding mineral. Sehinga, tingkat penguapan oli sintetik lebih sedikit dibanding mineral.


Menurut Sanusi, sulit bagi awam membedakan keduanya secara fisik. Kecuali seorang yang telah terbiasa dengan oli, lewat penciuman akan mengetahui apakah oli itu mineral atau sintetik. “Sebab, row material (bahan mentah) oli memiliki ciri khas wangi. Ini pun akan sulit sebab, sekarang sudah banyak aditif yang menambahkan pewangi,” jelasnya.


Paling memungkinkan melihat viskositas index (VI). Rentang VI oli mineral antara 100-110. Sedangkan VI sintetik di atas 140. Spek ini wajib dicantumkan oleh produsen. (dari beberapa sumber)


So, jelaskan keunggulan Oli Sintetik dari Oli Mineral. Dari pada bingung memilih oli yang dijual dipasaran yang nggak jelas, lebih baik pilih aja Olie PETRO SA (spesifikasi lihat disamping).

Minggu, 22 November 2009

Isi Oli Sesuai Anjuran...















Mengapa Tidak Boleh Berlebih ?????

Karena ada beberapa hal yang tentunya akan merugikan riders, seperti:
1. Apabila kapasitas oli berlebihan, maka crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.

2. Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.

3. Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.

Selasa, 04 Agustus 2009

MEMILIH OLI MESIN AGAR KENDARAAN TETAP BAIK


Tak sedikit pemilik kendaraan yang mengalami kebingunhan ketika ingin mnegganti oli mesin. Bukan hanya harga oli yang ditawarkan, melainkan juga kualitas yang terkadang bila tidak tepat malah akan merusak mensin kendaraan.

Pada dasarnya semua jenis oli memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai bahan pelumas untuk mencegah terjadinya benturan antar logam dengan komponen mesin.
Meski demikian jelas berbedanya karakter mesin juga akan membedakan jenis oli yang harus digunakan. Kekentalan (viskositas) merupakan salah satu yang sebaiknya diperhatika.

Viskositas sangat penting karena berkaitan langsung dengan performa oli dalam melindungi benturan antar permukaan logam didalam mesin. Viskosits terlihat dari angka-angka yang terdapat setelah singkatan Society of Automotive Engineers (SAE)

SAE 20W 50 mempunyai arti pada suhu dingin oli bekerja pada index kekentalan 20 dan pada suhu terpanas akan bekerja di index kekentalan 50. makin tinggi akan memperhatikan semakin kentalnya oli itu. Sehingga, oli 20W 50 akan lebih kental dari oli 10W. Usaha yang terbaik, mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin di buku petunjuknya.

Selain viskositas, juga terdapat kualitas oli yang disimbolkan oleh Amerikan Petroleum Institute (API). Dua tipe API adalah yang berawalan untuk mobil yang masih menggunakan busi dan untuk diaplikasikan pada mesin diesel serta kendaraan besar.

Lebih mendekati akhir abjad, teknologi yang diadopsi oli yang bersangkutan akankah lebih baru untuk mesin bensin saat ini direkomendasikan menggunakan oli dengan kualitas API SM atau SL yang dmulai diperkenalkan sejak tahun 2004 dengan resistensi oksidasi yang lebih baik, juga dalam menjaga temperatur serta melindungi mesin dari keausan. Sedangkan, Api SJ-4 untuk mesin 2006 dan yang lebih tua, CI-4 (2002), CH-4 (1998), CG-4 (1995), CF-4 (1990), CF-2 (1994 untuk two stroke engine) dan CF (1994 untuk mesin off road)

Sedangkan, oli itu sendiri terbagi menjadi oli mineral, semi sintetik dan full sintetik. Oli meneral meruapakan merupakan oli bahan dasar minyak bumi (based oil) dan oli sintetik yakni oli yang dibuat dari oli sintetik. Oli full sintetik adalah yang dibuat dari bahan murnisintetik untuk pemakaian yang lebih tahan lama.

PETRO SA Synthetic Lubricant
Gasolin Engine Oil API SL/CF SAE 20W 50

PETRO SA adalah oli otomotif generasi terbaru dengan konsep pembaharuan terhadap tingkat kinerja yang unggul dari oli yang ada saat ini. Hal ini dapat dilihat dari API Service PETRO SA adalah SL/CF.

PETRO SA menggunakan SYNSLIDE Additive yang teknologi additive dari Lubrizol yang lebih ditingkatkan kinerjanya dbandingkan dengan additive yang lain.

Keunggulan Oli PETRO SA
Memberikan perlindungan maksimum terhadap mesin.
Tahan terhadap panas (pendingin)
Memelihara keberesihan mesin (pemberesih)
Mengontrol pembentukan endapan dengan lebih baik
Keseimbangan oksidasi yang lebih baik pada temparatur tinggi
Stabilitas Shear lebih baik, mempertahankan tingkat kekentalan
Melindungi terhadap karat, aus dan pembentukan kotoran

Selasa, 30 Juni 2009

PILIH OLI YANG TEPAT AGAR NYAMAN SAAT BERKENDARA









Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas, menyebabkan timbulnya banyak pertanyaan di masyarakat contohnya, saat menganti oli mesin, oli bekas berwarna hitam sering dianggap oli berkualitas buruk.

Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dingding mesin akan terbebas dari kerak.

Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat (terhitung saat pergantian pertama), itu menandakan kemungkinan ada kerusakan komponen di dalam mesin sehingga oli cepat teroksidasi.

Tapi tidak perlu bingung gunakan saja Oli PETRO SA With SYNSLIDE Additve Generasi terbaru dengan API Service SL/CF 20W 50. Memang dibuku petunjuk motor, hampir tidak disebutkan merk oli tapi hanya disebutkan API Service SG, SH Atau yang lebih baik SL. jangan takut pake oli yang kualitas bagus dengan API Service SL dan SAE 20W 50.

Lakukan penggantian oli pada kondisi mesin agak panas agar oli lama keluar semua.

Olie PETRO SA memiliki API Service SL yang berarti sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus serta memenuhi semua unsur yang diperlukan oleh mesin terbaru maupun mesin lama.

PROSEDUR GANTI OLI TINGGALKAN CARA LAMA

Jangan main tuang dan langsung geber setelah ganti oli. Patuhi ganti pelumas sesuai standar tata cara penggantian yang sebetulnya belum banyak diketahui bengkel umum, malah ada mekanik bengkel resmi yang belum mengetahui paham betul. Paling sederhana ngeluarin oli “ sebaiknya pas mesin masih panas, oli lebih encer. Gram dari gesekan antar komponen bisa ikut larut saat oli dikeluarkan. Tapi jangan pas mesin lagi panas betul. Itu sih ngerusak motor. Kan kondisi panas bikin metal memuai. Jika baut oli dipaksa dibuka, rawan slek. Kalau enggak baut yang rusak, bisa juga drat atau dudukanbaut slek.

Kelar oli dikeluarkan, ada cara lain yang juga biasa dipakai mekanik. Adalah menyemprot lubang masuk oli pakai angin kompresor supaya sisa-sisa oli di dalam girboks turun. Tapi sebaiknya cara seperti ini dikurangi. Lantaran udara dari kompresor mengandung air. Berisiko timbulkan karat di mesin. “Sebaiknya di selah saja atau di miring-miringkan. Tiga sampai 5 kali supaya sisa oli turun,”
(diambil dari beberapa prosedur)

Rabu, 15 April 2009

MENGENAL OLI MESIN

Oli atau pelumas merupakan komponen yang sangat penting bagi sebuah mesin. Oli bagi mesin kendaraan dapat diibaratkan darah dalam tubuh. Memilih dan menentukan oli yang tepat untuk mesin kendaraan akan menjadikan kendaan lebih awet dan juga hemat.

FUNGSI OLI
Oli memiliki tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun di sisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Fungsi oli sendiri dalam mesin dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Melapisi dan memisahkan dua permukaan logam yang saling bergesekan, agar tingkat keausan logam dapat dikurangi.

2. Mendinginkan mesin yaitu dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran.

3. Membersihkan mesin dengan cara mengangkut kotoran dan elemen logam yang terbawa arus sirkulasi hingga ke filter oli.

4. Memaksimalkan kompresi dan mempertahankan tekanan, agar konsumsi bahan bakar sangat efektif (tidak boros).

5. Memelihara mesin tetap terjaga kebersihannya.

ZAT ADITIF PADA OLI
Oli sendiri berasal dari BASE OIL yang diambil dari minyak mentah. Tetapi tidak semua minyak mentah menghasilkan BASE OIL.
Untuk menghasilkan Oli sesuai dengan kebutuhan, maka harus ditambahkan Aditif dalam BASE OIL.
Kandungan zat aditif yang ada dalam oli akan berfungsi membuat lapisan film pada dinding silinder yang berguna melindungi mesin pada saat start. Hal ini sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.
Coba perhatikan saat Kita mengganti oli, apakah oli yang keluar berwarna hitam…. bila demikian berarti fungsi dari zat aditif sudah bekerja dengan baik yaitu melarutkan kotoran dalam mesin.

KEKENTALAN OLI
Tingkat kekentalan oli disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut.

Oli yang dijual saat ini lebih banyak multiple grade artinya dapat digunakan dalam range suhu tertentu misalnya SAE 40 atau SAE 20W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 20W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 20 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

KLASIFIKASI OLI
Oli dibedakan untuk mesin berbahan bakar bensin dan disel. Oli untuk bahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah:
• Mesin Bensin : SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL, dan SM
• Mesin Diesel : CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4
KUALITAS OLI
Kualitas oli ditentukan dengan kode API (American PetroleumInstitute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf di belakangnya. Contoh API: SL. Kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik.
Berikut adalah beberapa kode kualiatas oli yang ada :

- SL = untuk mesin kendaraan tahun > 2001
- SJ = untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya
- SH = untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya
- SG = untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya
- SF = untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya
- SE = untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya
- SD = untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya
- SC = untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya
- SB dan SA = sudah tidak direkomendasikan

PENGGANTIAN OLI

Kapan sebaikanya oli diganti…pada umumnya Oli Mesin diganti setiap 5.000 km (Oli pada umumnya), tetapi hal ini juga tergantung dari kualitas OLI itu sendiri. Semakin baik kulitas oli maka semakin panjang umur pemakaiannya, bahkan ada yang bisa sampai 12.000 km(Olie PETRO SA).

Bila kendaraan jarang dipakai tentunya KM kendaraan akan relatif sedikit, oleh karena itu penggantian oli tidak dapat dilihat dari sisi Kilometer untuk kasus seperti ini. Sebaiknya penggantian oli tidak melebihi 1 tahun. Jadi buang oli lama dan ganti dengan yang baru meskipun kilometer kendaraan belum mencapai 12.000 km.


Bila memang hendak mengganti merk oli jangan lupa lakukan juga penggantian untuk filter oli. (diambil dari beberapa sumber)

Sabtu, 07 Februari 2009

PRINSIF PELUMASAN PADA KENDARAAN

Jika boleh digambarkan, pelumas adalah seperti darah yang mengalir pada tubuh manusia. Maka, tidak bisa dipungkiri bahwa - pelumas - atau kebanyakan orang menyebutnya oli - merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kendaraan bermotor. Mobil secanggih apapun, bila tanpa pelumas dipastikan tidak akan bisa bekerja. Karena, pelumas amat sangat menentukan kemampuan kinerja sebuah mesin, apakah mesin otomotif maupun mesin industri. Kesalahan menggunakan pelumas bisa berakibat fatal, demikian juga apabila kualitas pelumas jelek dan tercemar, akan mengakibatkan mesin rusak dalam waktu dekat. Oleh karenanya, pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja mesin dan membuatnya lebih awet.


Mengapa mesin sangat membutuhkan pelumasan?

Dua permukaan logam yang bergerak satu sama lain akan menimbulkan terjadinya gesekan. Dan fungsi pelumas adalah “melapisi” sekaligus “memisahkan” dua permukaan logam yang saling bergesekan tersebut agar tingkat keausan logam dapat dikurangi. Itulah jawaban sederhananya.


Apakah cuma itu saja fungsi pelumas dibutuhkan untuk menggerakkan mesin?

Tidak. Masih ada fungsi lainnya, yaitu:

  1. Untuk melapisi sekaligus memisahkan dua permukaan logam yang saling bergesekan, agar tingkat keausan logam dapat dikurangi.
  2. Untuk mendinginkan mesin yaitu dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran.
  3. untuk membersihkan mesin dengan cara mengangkut kotoran dan elemen logam yang terbawa arus sirkulasi hingga ke filter oli.
  4. Untuk memaksimalkan kompresi dan mempertahankan tekanan, agar konsumsi bahan bakar sangat efektif (tidak boros).
  5. Memelihara mesin tetap terjaga kebersihannya.

Demikian vitalnya pelumas bagi kendaraan bermotor atau mesin-mesin industri, sehingga memacu para ahli untuk tak hentinya berusaha menciptakan formula yang dapat menghasilkan suatu pelumas berkualitas tinggi.

Perkembangan pelumas memasuki era baru, sejak ditemukannya minyak bumi. Sejalan dengan perkembangan teknologi mesin otomotif dan industri yang saat ini menuntut kecepatan mesin yang lebih tinggi, maka kehadiran pelumas yang terbuat dari bahan minyak bumi sangat membantu. Sebab, mesin-mesin modern saat ini menghasilkan tenaga lebih besar, kapasitas tampung minyak pelumas di dalam mesin lebih kecil, temperatur operasi lebih tinggi dan juga menuntut interval pergantian pelumas yang lebih lama.

Rabu, 21 Januari 2009

Kenapa Oli Mesin Kendaran Selalu Habis?

Kendaraan saya olinya cepat habis sebelum jadwal penggantian oli. Knalpot juga ada sedikit asap warnanya putih. Kata mekanik sekernya kena dan harus turun mesin.

Benarkah gejala ini karena seker kena dan haruskah turun mesin? Kalau tidak cepat diatasi apa ppengaruhnya terhadap mesin?

Jawaban:

Melihat gejala yang terjadi, besar kemungkinan piston (disebut mekanik sebagai seker) atau ring-nya sudah mengalami keausan.
Hal ini menyebabkan oli masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama campuran BBM udara. Jelas volume oli akan berkurang secara tidak normal.

Dan hasil pembakaran oli ini akan menimbulkan asap putih di knalpot. Bila benar kerusakan piston yang terjadi, maka akan timbul juga gejala lain seperti mesin kurang tenaga dan pemakaian BBM lebih boros dari biasanya.
Jika semua gejala itu terjadi, maka memang harus dilakukan turun mesin untuk memperbaikinya. Bila tidak cepat diatasi, kerusakan yang terjadi bisa merembet lebih parah. Apalagi bila oli sampai habis dan mesin terus dijalankan.

Selasa, 20 Januari 2009

Memahami Makna Dibalik Kode SAE Oli Mesin

Kekentalan merupakan salah satu sifat karakteristik fisik oli mesin yang sangat penting. Dalam istilah oli mesin kekentalan biasa dikenal sebagai viskositas.

Tingkat kekentalan suatu oli mesin mengacu pada lembaga SAE berdasarkan table SAE J 300 th 1999.
Ada sekitar 30 jenis kekentalan SAE yg dikenal selama ini, diantaranya seperti SAE

40, SAE 10w, SAE 20w50,SAE 15w50,SAE 10w40, SAE 15w40 dst.
Selama ini mungkin para pemakai hanya tahu kalau tingkat SAE itu Cuma membedakan encer dan kentalnya suatu oli mesin. Padahal makna SAE sesungguhnya lebih dari itu …. Makna yg mungkin tidak terfikirkan selama ini…Makna yang justru paling menentukan bagi nasib kondisi mesin motor Anda!!!

Apa makna sesungguhnya dari kode SAE tersebut ?
Yang mana tingkat kekentalan oli mesin yg cocok untuk motor?

SAE20w50, 10w40, 15w40 atau 15w50?

Benarkah kalau “tarikan enteng”pake oli encer, menandakan oli yg dipake cocok utk motor Kita?

Sekarang mari kita coba bahas satu persatu tingkat kekentalan oli mesin yg ideal buat motor!!

Umumnya tingkat kekentalan untuk motor, bila dilihat dari kondisi iklim di Indonesia , performa mesin dan hasil pengujian, idealnya dapat dibagi 4 jenis yaitu: SAE 20w50, 10w40, 15w40, atau 15w50.

Sekarang Kita lihat kelebihan dan kekurangan masing2. SAE ini.

SAE 20w50
O
li mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -10 s/d -15 C (kode 20w) dan pada suhu 150 C dengan tingkat. kekentalan tertentu .
Oli jenis ini relative kurang efisien dalam pemakain BBM namun sangat baik dalam perlindungan/perawatan mesin, khususnya untuk kondisi jalan di Jakarta yang sering macet, jarang berjalan jauh, polusi dan beban berat. Pada kondisi ini dikenal dengan istilah “boundary lubrication”, dimana pada kondisi tersebut. lapisan oli sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya kontak antara logam dengan logam.
Oli jenis ini relative paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis oli lainnya (minimal untuk. Mineral, semi sintetis dan sintetis) . Semakin banyak aditiv viscosity index improver, semakin sensitif oli /kurang baik buat mesin motor - utamanya terhadap stress di gear.


VI = ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingin sampai tinggi. Semakin tinggi VI semakin baik kestabilan kekentalannya. Untuk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik dimesin. Untuk motor bisa sebaliknya.

SAE 15w50
O
li mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin (minus) -15 sd - 20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dengan tingkat kekentalan tertentu .
Jenis oli relative sama dengan SAE 20w50. Sedikit yg membedakan adalah sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal untuk oli mineral dan sintetis) Semakin tinggi nilai VI artinya adalah semakin banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. Untuk motor hal ini sangat riskan. Aditif ini relative sensitif digunakan untuk motor yg menyatukan oli mesin dan gigi (wet clutch). Artinya oli jenis ini relative lebih mudah berubah kekentalannya dibandingkan 20w50.

SAE 10w40
Oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan suhu 150 C dengan tingkat. kekentalan tertentu .
Jenis Oli yg relative paling encer diantaranya ke3 jenis oli lainnya. Oli ini relative paling irit BBM, namun kurang baik dalam perlindungan mesin .Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat. (misalnya: sering dipake boncengan)
Relatif sama dengan SAE 15w50 , dalam hal pemakaian aditif peningkat angka VI. (minimal untuk. oli mineral 130, untuk. Oli sintetis 150) Apakah berarti paling bagus? Belum tentu …!Semakin banyak kandungan aditif peningkat angka VI, semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan berubah kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal /oli baru. Agak sulit memang indikatornya soalnya Cuma lab.yang bisa memastikan hal ini.
Kalaupun Anda ingin tetap memakai oli jenis ini, saran saya , perhatikan jarak pergantian olinya lebih awal. Kalau Anda merasa suara mesin sudah agak berbeda sedikit aja. cepet2 ganti dah..

SAE15w40
Oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dengan tingkat kekentalan tertentu.
Nilai VI, minimal untuk. oli mineral dan sintetis.
Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yg paling pas. Oli jenis ini relative paling stabil kekentalannya dibandingkan yang lainnya. Masalahnya oli jens ini jarang diaplikasikan untuk motor. Biasanya jenis SAE ini, dipakai untuk kendaraan jenis mesin disel, yg membutuhkan kestabilan kekentalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim pada mesin disel.

Selain hal diatas, hal yg terkait dg perlindungan mesin motor adalah factor tingkat kode API dan kode JASO MA.

Jenis SAE lainnya sah2 saja dipake sejauh Anda tahu dan paham menyiasati oli tersebut. Namun untuk kondisi di Indonesia dan performa motor “wet clutch” , tingkat SAE diatas gak ada salahnya, jadi prioritas pilihan Anda. Namun tentu semuanya kembali kepada Anda semuanya mana menurut Anda yg palin cocok untuk tunggangan Anda….
tetapi yg palig penting lagi dari semua hal diatas proporsional-lah dalam menyiasati oli mesin...