Rabu, 15 April 2009

MENGENAL OLI MESIN

Oli atau pelumas merupakan komponen yang sangat penting bagi sebuah mesin. Oli bagi mesin kendaraan dapat diibaratkan darah dalam tubuh. Memilih dan menentukan oli yang tepat untuk mesin kendaraan akan menjadikan kendaan lebih awet dan juga hemat.

FUNGSI OLI
Oli memiliki tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun di sisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Fungsi oli sendiri dalam mesin dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Melapisi dan memisahkan dua permukaan logam yang saling bergesekan, agar tingkat keausan logam dapat dikurangi.

2. Mendinginkan mesin yaitu dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran.

3. Membersihkan mesin dengan cara mengangkut kotoran dan elemen logam yang terbawa arus sirkulasi hingga ke filter oli.

4. Memaksimalkan kompresi dan mempertahankan tekanan, agar konsumsi bahan bakar sangat efektif (tidak boros).

5. Memelihara mesin tetap terjaga kebersihannya.

ZAT ADITIF PADA OLI
Oli sendiri berasal dari BASE OIL yang diambil dari minyak mentah. Tetapi tidak semua minyak mentah menghasilkan BASE OIL.
Untuk menghasilkan Oli sesuai dengan kebutuhan, maka harus ditambahkan Aditif dalam BASE OIL.
Kandungan zat aditif yang ada dalam oli akan berfungsi membuat lapisan film pada dinding silinder yang berguna melindungi mesin pada saat start. Hal ini sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.
Coba perhatikan saat Kita mengganti oli, apakah oli yang keluar berwarna hitam…. bila demikian berarti fungsi dari zat aditif sudah bekerja dengan baik yaitu melarutkan kotoran dalam mesin.

KEKENTALAN OLI
Tingkat kekentalan oli disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut.

Oli yang dijual saat ini lebih banyak multiple grade artinya dapat digunakan dalam range suhu tertentu misalnya SAE 40 atau SAE 20W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 20W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 20 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

KLASIFIKASI OLI
Oli dibedakan untuk mesin berbahan bakar bensin dan disel. Oli untuk bahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah:
• Mesin Bensin : SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL, dan SM
• Mesin Diesel : CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4
KUALITAS OLI
Kualitas oli ditentukan dengan kode API (American PetroleumInstitute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf di belakangnya. Contoh API: SL. Kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik.
Berikut adalah beberapa kode kualiatas oli yang ada :

- SL = untuk mesin kendaraan tahun > 2001
- SJ = untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya
- SH = untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya
- SG = untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya
- SF = untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya
- SE = untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya
- SD = untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya
- SC = untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya
- SB dan SA = sudah tidak direkomendasikan

PENGGANTIAN OLI

Kapan sebaikanya oli diganti…pada umumnya Oli Mesin diganti setiap 5.000 km (Oli pada umumnya), tetapi hal ini juga tergantung dari kualitas OLI itu sendiri. Semakin baik kulitas oli maka semakin panjang umur pemakaiannya, bahkan ada yang bisa sampai 12.000 km(Olie PETRO SA).

Bila kendaraan jarang dipakai tentunya KM kendaraan akan relatif sedikit, oleh karena itu penggantian oli tidak dapat dilihat dari sisi Kilometer untuk kasus seperti ini. Sebaiknya penggantian oli tidak melebihi 1 tahun. Jadi buang oli lama dan ganti dengan yang baru meskipun kilometer kendaraan belum mencapai 12.000 km.


Bila memang hendak mengganti merk oli jangan lupa lakukan juga penggantian untuk filter oli. (diambil dari beberapa sumber)

Tidak ada komentar: